Jumat, 27 September 2019

Sistem Pengukuran Role dan Need (Manual)


TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI 2

Nama Anggota Kelompok
·       Adhi Anggra Kusuma Putra   (10516128)
·       Febri Nur Wibowo (12516749)
·       Ikke Yulisuryani             (13516407)
·       Primaulia Anamaya                (18516382)

Kelas : 4PA17
Dosen Pengampu: Dr. Ira Puspitawati, M.Si., Psikolog
Softskill Sistem Informasi Psikologi





Sistem Pengukuran Role dan Need (Manual)


System
Elements
Goal
Inputs
Processing elements
Outputs
Papi costick
v  Merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dari tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi
v  Papi costick terdiri dari 90 pasang pertanyaan pendek, yang menyangkut 20 aspek kepribadian yang dikelompokkan dalam 7 (tujuh) bidang, yaitu:
1.Kepepimpinan (Leadership)
·         Leadership role (L)
·         Need to control others (P)
·         Ease in decision making
2. Arah kerja (Work direction)
·         Need to finish task (N)
·         Hard intense worked (G)
·         Need to achieve (A)
3. Aktivitas (Activity)
·         Pace (T)
·         Vigorous type (V)
4. Relasi sosial (Social nature)
·         Need for closeness and affection (O)
·         Need to belong to groups (B)
·         Social extension (S)
·         Need to be noticed (X)
5. Gaya bekerja (Work style)
·         Organized type (C)
·         Interest in working with details (D)
·         Theoretical type (R)
6. Sifat tempramen (Temperament)
·         Need for change (Z)
·         Emotional resistant (E)
·         Need to be forceful (K)
7. Posisi atasan-bawahan (Followership)
·         Need to support authority (F)
·         Need for rules (W)
v  Alat-alat yang digunakan untuk testee:
·         Pensil HB
·         Penghapus
·         Alat tes papi costick: (bukusoal, lembar jawaban, satu lembar psikogram tes papi costick, buku norma)
v  Alat bantu lainnya:
·         Stoptwatch
·         Kalkulator

v  Cara Pengerjaan papi costick
·         Ada 90 pasang pernyataan, kemudian pilih salah satu dari setiap pasangan pernyataan tersebut yang saudara anggap paling dekat menggambarkan diri saudara. Bila tidak satupun dari sebuah pasangan pernyataan yang cocok, pilihlah yang saudara anggap benar.
·         Lingkarilah tanda panah pada setiap pernyataan yang saudara pilih pada lembar jawaban yang tersedia.
·         Dalam hal ini, saudara melingkari tanda anak panah “a” (Horizontal), karena pernyataan “a” merupakan gambaran diri Anda. Tetapi jika pernyataan “b” (diagonal) lebih sesuai dengan diri anda, maka lingkarilah tanda anak panah pada pernyataan “b”.
kemudian praktikan di instruksikan untuk mengerjakan secepat mungkin dan pilihlah hanya satu pernyataan dari tiap pasang.

v  Tata cara skoring papi costick
·         Menghitung skor peran, yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari, baik yang horizontal maupun vertical sesuai dengan arah tanda panah.
·         Menuliskan jumlah skor pada masing – masing kotak skor dibawah huruf G, L, I, T, V, S, R, D, C, E yang telah tersedia pada lembar jawab.
·         Menghitung jumlah skor pada seluruh kotak skor peran secara horizontal, dan jumlah skor harus 45.
·         Menghitung skor “kebutuhan” yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari baik yang horizontal maupun yang vertical sesuai dengan arah tanda panah.
·         Menjumlahkan jumlah skor pada masing – masing kotak dibawah huruf N, A, P, X, B, O, Z, K, F, W yang telah tersedia pada lembar jawaban.
·         Mengitung jumlah skor pada seluruh kotak skor kebutuhan secara vertical, dan jumlah skor harus 45.
·         Memindahkan setiap skor pada lembar jawaban ke lembar scoring sesuai dengan setiap huruf pada aspek “peran” dan “kebutuhan” dengan cara melingkari angka di dalam lingkaran.
·         Membuat garis penghubung antara angka yang satu dengan angka lainnya sehingga terbentuklah sebuah diagram pada lembar psikogram yang telah tersedia.
v  Lembar jawaban papi costik individu  terisi sesuai tata cara pengerjaan papi costick dan dibuat dalam bentuk laporan.
v  Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram).
v  Tujuan adanya sistem papi costick
·         Untuk mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja.
·         Laporan yang telah dibuat akan memudahkan pengguna mengenali potensi dirinya secara komprehesif.

Selasa, 24 September 2019

Pengertian Sistem Informasi Psikologi


TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI 1

Nama Anggota Kelompok
·         Adhi Anggra Kusuma Putra   (10516128)
·         Febri Nur Wibowo                  (12516749)
·         Ikke Yulisuryani                     (13516407)
·         Primaulia Anamaya                 (18516382)
Kelas : 4PA17
Dosen Pengampu: Dr. Ira Puspitawati, M.Si., Psikolog
Softskill Sistem Informasi Psikologi

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


A.    Definisi Sistem
Menurut Susanto (2004) sistem adalah sekumpulan/group dari sub sistem/ bagian/komponen apapun, baik fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.
Al-Bahra (2005) mengungkapkan bahwa sistem adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem merupakan sekumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu (Jogianto, 2015).
Berdasarkan beberapa pengertian menurut tokoh di atas, maka dapat disimpulkan sistem adalah sekumpulan/group yang dibuat oleh manusia dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu.

B.     Definisi Informasi
Menurut Amsyah (2005) informasi adalah data yang sudah diolah ke dalam bentuk tertentu sesuai dengan keperluan pemakaian informasi tersebut. Marimin, Tanjung dan Prabowo (2006) mengungkapkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai nyata bagi pengambilan keputusan-keputusan saat ini atau waktu yang akan datang.
Sementara itu, menurut Kusrini dan Koniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Berdasarkan beberapa pengertian menurut tokoh di atas, maka dapat disimpulkan informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk yang penting dalam mendukung sumber informasi.

C.    Definisi Psikologi
Menurut Mangal (1995) psikologi adalah ilmu yang bertujuan untuk memberi manusia pemahaman dan kontrol yang lebih baik dari perilaku organisme secara keseluruhan. Colman (2016) mengungkapkan bahwa psikologi adalah ilmu tentang sifat, fungsi fenomena perilaku, dan pengalaman mental manusia.
Psikologi merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku yang dipengaruhi oleh kondisi mental individu dan lingkungan (Wade & Tavris, 2007).
Berdasarkan beberapa pengertian menurut tokoh di atas, maka dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu yang bertujuan untuk memberi manusia pemahaman tentang sifat, fenomena perilaku dan pengalaman mental manusia yang dipengaruhi oleh kondisi mental dan lingkungan.

D.    Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah sekumpulan/group yang dibuat oleh manusia dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu dalam bentuk data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk yang penting dalam mendukung sumber informasi tentang sifat, fenomena perilaku dan pengalaman mental manusia yang dipengaruhi oleh kondisi mental dan lingkungan.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Bahra. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Colman, A. M. (2016). What is psychology?. New York: Routledge.

Jogiyanto, H. M. (2005). Analisa dan desain sistem informasi: Pendekatan terstruktur teori dan     praktik aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI

Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntunan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft sql server. Yogyakarta: Andi Offset.

Mangal, S. K. (1995). An introduction to psychology. New Delhi: Sterling Publishers Private Limited.

Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Grasindo.

Susanto, A. (2004). Sistem informasi manajemen konsep dan pengembangannya. Bandung: Lingga Jaya
Wade, C., & Travis, C. (2007). Psikologi. (Eds) 9, Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Minggu, 03 Juni 2018

Basic Psychological Features In Cyberspace Reduced Sensation


Nama Anggota Kelompok
  1. Adhi Anggra Kusuma Putra           10516128
  2. Jessica Widianingtyas                       13516707
  3. Kamilia Mardhiyah Putri                 13516808
  4. Kurnia Wati                                      13516972
Kelas : 2PA17
Dosen Pengampu : Ira Puspitawati
Softskill  Psikologi & Teknologi Internet #

Basic Psychological Features In Cyberspace
Reduced Sensation

Cyberspace adalah seperti yang telah dikatakan, dunia non-fisik. Perbedaan penting antara interaksi online dari individu dan mereka yang diselesaikan secara offline adalah ketergantungan berat pada jumlah indra yang berkurang. Jika seorang individu melakukan percakapan normal dengan seseorang di tempat kafe atau bar, mereka disajikan dengan serangkaian rangsangan dari keseluruhan rasa yang mereka miliki. Ini mungkin termasuk aspek bau, rasa dan sentuhan serta isyarat non-verbal yang relevan yang menyertai interaksi manusia. Sebaliknya kemampuan kami untuk berkomunikasi dalam lingkungan online dapat disajikan sebagai urusan yang cukup dibersihkan, dengan banyak informasi perifer yang hilang karena kendala yang ditempatkan pada kita oleh teknologi yang digunakan.
Unsur-unsur seperti intonasi vokal dan nuansa halus dalam hal pengiriman hilang, yang berarti bahwa komentar termasuk dalam email yang dimaksudkan sebagai sarkasme muncul sebagai penghinaan dan penghinaan. Kemajuan saat ini dalam aspek komunikasi dimediasi komputer telah memberikan kesempatan untuk mengakses pengertian lain untuk komunikasi di luar teks sederhana. Orang-orang itu memiliki kemungkinan yang jelas, tetapi masih ada batasan seberapa jauh hal ini dapat dilakukan dalam meniru pengalaman offline. Misalnya, ada sedikit kapasitas untuk umpan balik taktil dalam obrolan video berbasis internet, jadi masih ada pengurangan jumlah umpan balik indrawi yang dapat dialami individu saat sedang online.
Dengan relatif mudah seseorang dapat menghubungi orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan berkomunikasi dengan ratusan, mungkin ribuan orang. Sementara "multitasking" seseorang dapat menyulap banyak hubungan dalam waktu singkat - atau bahkan pada saat yang sama, seperti dalam obrolan dan pesan instan, tanpa orang lain harus menyadari tindakan juggling seseorang. Dengan memposting pesan di dalam blog, papan diskusi, atau jejaring sosial - yang dibaca oleh banyak pengguna - orang dapat menarik diri orang lain yang bahkan menyamai minat mereka yang paling esoteris. Dengan menggunakan mesin pencari, mereka dapat memindai melalui jutaan halaman untuk memperbesar perhatian mereka terhadap orang dan kelompok tertentu. Internet akan menjadi lebih kuat sebagai alat untuk mencari, menyaring, dan menghubungi orang dan kelompok tertentu menjadi lebih efektif. Tapi mengapa kita memilih hanya beberapa orang untuk terhubung dengan - dan bukan yang lain?
Kemampuan untuk menyaring banyak kemungkinan online untuk mengembangkan hubungan memperkuat fenomena interpersonal yang menarik yang terkenal bagi para psikolog. Seorang pengguna akan bertindak atas dasar motivasi tidak sadar - serta preferensi dan pilihan sadar - dalam memilih teman, kekasih, dan musuh. "Pengalihan" ini mengarahkan kita pada jenis orang tertentu yang menangani emosi dan kebutuhan kita. Ditekan oleh harapan, keinginan, dan ketakutan yang tersembunyi, mekanisme penyaringan tidak sadar ini memiliki sebuah toko permen alternatif pilihan online yang hampir tak terbatas untuk dipilih. Seperti yang pernah dialami seorang pengguna daring, saya berkata, "Ke mana pun saya pergi di dunia maya, saya terus berlari ke jenis orang yang sama!" Membawa wawasan itu selangkah lebih maju, yang lain berkata, "Ke mana pun saya pergi, saya menemukan .... AKU!".
Sebagian besar aktivitas online, termasuk korespondensi e-mail dan sesi obrolan, dapat direkam dan disimpan ke file komputer. Tidak seperti interaksi dunia nyata, pengguna di dunia maya dapat menyimpan catatan permanen tentang apa yang dikatakan, kepada siapa, dan kapan. Karena interaksi ini murni berbasis dokumen, kita bahkan dapat mengatakan bahwa hubungan antara manusia adalah dokumen, dan bahwa hubungan dapat dicatat secara permanen secara keseluruhan. Catatan ini mungkin sangat berguna bagi pengguna. Anda dapat menguji kembali dan mengevaluasi kembali bagian apa pun dari hubungan yang Anda inginkan. Anda dapat menggunakan teks kutipan sebagai umpan balik kepada mitra. Salah satu tanda perang nyala adalah mekarnya panah-panah terkenal >> yang menyoroti amunisi kutipan teks. Meskipun tergoda untuk memikirkan teks yang disimpan sebagai catatan objektif dari beberapa bagian dari hubungan, sangat menarik untuk melihat betapa berbedanya reaksi emosional Anda terhadap rekaman yang sama persis ketika Anda membaca ulang pada waktu yang berbeda. Tergantung pada keadaan pikiran kita, kita menginvestasikan kata-kata yang terekam dengan segala macam makna dan niat.
Meski kemampuan merekam memiliki banyak kelebihan, ada sisi negatifnya. Karena orang tahu bahwa semua yang mereka katakan dan lakukan di dunia maya dapat dilacak dan dicatat, mereka mungkin mengalami kecemasan, ketidakpercayaan, dan bahkan paranoia tentang menjadi online. Haruskah saya berhati-hati tentang apa yang saya katakan dan ke mana saya pergi? Apakah itu akan kembali menghantuiku? Siapa yang mungkin memiliki akses ke catatan ini?

DAFTAR PUSTAKA
Hadington, L. (2017). Cybercognition; Brain, Behaviour, and the digital world.          London: SAGE
http://users.rider.edu/~suler/psycyber/basicfeat.html#reduced

Senin, 07 Mei 2018

Online Personality (10 Social Media Personality Types)

Nama Anggota Kelompok
  1. Adhi Anggra Kusuma Putra 10516128
  2. Jessica Widianingtyas 13516707
  3. Kamilia Mardhiyah Putri 13516808
  4. Kurnia Wati 13516972
Kelas : 2PA17
Dosen Pengampu : Ira Puspitawati
Softskill  Psikologi & Teknologi Internet #

Online Personality
10 Social Media Personality Types



           
1.      The Social Athlete
a.    Serius dan tenang (tertarik daalam keamanan dan kedamaian hidup)
b.   Sangat teliti, bertanggung jawab & dapat dipercaya
c.    Mengembangkan kekuatan konsentrasi
d.   Biasanya tertarik untuk mendukung dan mempromosikan tradisi serta berpendirian 
e.    Baik dalam organisasi dan kerja keras
f.    Bekerja secara terus-menerus untuk menuju pra-indetifikasi tujuan
g.    Biasanya tipe ini akan menyelesaikan tugas apapun setelah mereka menetapkan pikiran mereka

2.      The Social Luddite
a.    Diam dan menyendiri
b.   Tidak tertarik dengan hal-hal baru dan teknologi terbesar
c.    Enggan berpartisipasi didalam dunia media sosial
d.   Tidak sulit dalam keinginan mereka
e.    Pengikut untuk rekan-rekan mereka dan dalam sistem keuntungan untuk mereka 
f.    Unggul dalam menemukan solusi untuk masalah-masalah praktis

3.      The Social Nurturer
a.    Hati yang hangat , populer dan teliti
b.   Biasanya mendahulukan keperluan orang lain diatas keperluan dirinya
c.    Stabil dan praktis
d.   Perasaan yang kuat atas rasa tanggung jawab dan tugas
e.    Nilai tradisi dan keamanan
f.    Tertarik untuk melayani orang lain
g.   Butuh penguatan positif untuk merasa baik tentang diri mereka
h.   Pengembangan yang baik dalam ruang dan kegunaan

4.      The Social Lazies
a.    Tenang, reflektif dan idealis
b.   Tertarik dalam menjalankan komunitas online dan memiliki banyak profil
c.    Mengembangkan sistem nilai juang mereka untuk kehidupan yang sesuai
d.   Dapat menyesuaikan diri dan tidak khawatir kecuali kalau nilai yang dipegang teguhnya terancam
e.    Biasanya adalah penulis
f.    Secara mental cepat dan dapat melihat kemungkinan
g.   Tertarik dalam pemahaman dan menolong seseorang

5.      The Social Geek
a.    Mandiri, asli, analitisdan tekun
b.   Memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah teori menjadi rencana tindakan yang kokoh
c.    Nilai pengetahuan, keahlian dan struktur
d.   Termotivasi untuk memahami makna dari penglihatan mereka
e.    Pemikir jarak jauh
f.    Memiliki standar yang tinggi untuk kinerja mereka dan kinerja yang orang lain
g.   Pemimpin natural, tapi akan mengikuti jika mereka percaya pada pemimpin yang ada

6.      The Social Doer
a.    Ramah, dapat menyesuaikan diri dan tindakan berorientasi
b.   Berfokus pada hasil secara cepat
c.    Hidup disini dan sekarang
d.   Resiko gaya hidup pengambilan langkah cepat
e.    Tidak sabar dengan penjelasan panjang
f.    Kesetiaan yang ekstrim kepada teman-temannya
g.   Tidak biasa menghormati hukum dan peraturan, jika mereka mendapatkan jalan untuk mendapatkan pekerjaan
h.   Keterampilan bagus seseorang

7.      The Social Lurker
a.    Praktis, tradisional dan terorganisir
b.   Mungkin membaca posting
c.    Tidak tertarik dalam pertunangan atau partisipasi dengan media sosial
d.   Memiliki pandangan yang jelas seperti yang seharusnya
e.    Setia dan pekerja keras
f.    Seperti yang bertanggung jawab
g.   Luar biasa mampu dalam berorganisasi dan menjalankan kegiatan
h.   Masyarakat baik “ yang meghargai keamanan dan kedamaian hidup”

8.      The Social Inspirer
a.    Antusias, idealis dan kreatif
b.   Mampu melakukan sesuatu yang menarik minat mereka
c.    Keterampilan bagus seseorang
d.   Kebutuhan untuk hidup sesuai dengan nilai batin mereka
e.    Bersemangat dengan ide-ide baru, namun bosan dengan hal sepele
f.    Pemikiran terbuka dan fleksibel, dengan jarak yang luas antara ketertarikan dan kemampuan

9.      The Social Ranter
a.    Populer dan sensitif, dengan luar biasa keterampilan
b.   Eksternal fokus, dengan keprihatinan nyata untuk apa yang orang lain pikirkan dan rasakan
c.    Cepat untuk berbagi de-ide mereka dan keyakinan, kadang-kadang dalam satu aliran informasi
d.   Melihat semuanya dari sudut manusia dan tidak menyukai pribadi analisis
e.    Sangat effektif untuk mengelola orang yang bermasalah dan memimpin diskusi grup
f.    Tertarik untuk melayani orang lain
g.   Menempatkan kebutuhan orang lain diatas kebutuhan mereka

10.  The Social Visionary
a.    Baik di berbagai hal
b.   Menikmati perdebatan masalah
c.    Sangat bersemangat dengan ide-ide baru dan projek
d.   Umumnya keras dan tegas
e.    Orang yang dapat menikmati
f.    Yang menstimulasi perusahaan
g.   Kemampuan bagus untuk memahami konsep dan menggunakan logika untuk mendapatkan solusi


DAFTAR PUSTAKA